Senin, 28 Januari 2013

FESTIVAL FILM PENDEK SMARON 2013
ADA TIGA FILM PENDEK YANG MASUK NOMINASI DALAM KEGIATAN TAHUN INI, TIGA FILM PENDEK TERSEBUT DIANTARANYA :
1. PELANGI DI MALAM HARI KARYA AYUB WILDAN
2. THE SLEEP KARYA GILANG DAN INDRA
3. ADA HANTU KARYA RIYAN
DALAM KEGIATAN TAHUNAN INI AKAN DIPILIH, SUTRADARA TERBAIK, AKTOR DAN AKTRIS TERBAIK
SEMOGA LANCAR DEH... AMIN

Sabtu, 03 Maret 2012

UJIAN KOMPETENSI SENI BUDAYA KELAS XII IPS DAN IPA TP 2011-2012

"AH.... RASANYA BARU KEMARIN MASUK SMARON, ALHAMDULILLAH AKU MAU LULUS... " KATA HABIB. YA .. YA YAAAAA, SEMOGA SEMUANYA LULUS 100 PERSEN...AMIN....,  INILAH SELOROH PENDEK MENGAWALI UJI KOMPETENSI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA UNTUK SYARAT KELULUSAN BAGI KELAS XII.
     ANEKA EKSPRESSI MEREKA SAJIKAN, ADA YANG BAC PUISI, BACA CERPEN, ADA YANG BIKIN GIRL BAND, BOY BAND YANG LAGI TREND DAN BANYAK LAGI KREASI YANG TAK DISEBUTKAN. INILAH PUNCAK PRESTASI DALAM BERKESENIAN, SEBENTAR LAGI AKAN MENINGGALKAN KAMPUS KUNING (SOALNYA TEMBOKNYA DI CAT KUNING SIH HE HE HE...) YAH... BANYAK CERITA DISELA CANDA TAWA DI KELAS, DI KANTIN, DI LAPANGAN, DI RUANG BERKESENIAN.... DAN DIMANA SAJA DI LINGKUNGAN SMARON TERCINTA...
     SELAMAT YAAAAA..... BAGI YANG WAJAHNYA ADA DI SMARON INFO, YANG NGGAK AKAN MENYUSUL DI MASUKKAN... HE HE HE..

Senin, 06 Februari 2012

BEREKSPRESI DI ATAS KANVAS

      SETELAH BEREKSPRESI LEWAT KAMERA, KELAS XII IPA MAUPUN IPS DI SEMESTER GENAP BEREKSPRESI DI ATAS KANVAS. BARANGKALI INI KEGIATAN PENUH KENANGAN DI AKHIR DUDUK DI BANGKU SMA, DAN TENTUNYA SELURUH CIVITAS ACADEMIKA BERDO'A SEMOGA ANAK-ANAK KELAS XII IPA MAUPUN IPS LULUS 100 PERSEN AMIN....
      SENI BISA JADI MEDIA TERAPHY INILAH MUNGKIN KATA YANG TEPAT UNTUK ANAK KELAS XII, SETELAH PAGI LELAH IKUT BIMBINGAN UNTUK PERSIAPAN UJIAN NASIONAL MEREKA LANGSUNG MEMASUKI RUANG BERKESENIAN MENENTENG KANVAS DAN MENOREHKAN OIL COLOUR DI ATAS KANVAS... INSYAALLAH KEPENATAN MULAI PAGI IKUT BIMBINGAN LENYAP... DAN FRESH  LAGI...
      HASILNYA LUKISAN LUMAYAN BAGUS ADA YANG MASUK KE ALIRAN KUBISME, MASUK DI ALIRAN NATURAL REALIS DAN BERBAGAI BAGAI MACAM ALIRAN SENI LUKIS MEREKA MASUKI, SELAMAT YA.. SEMOGA INI MENJADI KENANGAN MANIS YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN DI MASA SMA....


Rabu, 25 Januari 2012

PAMERAN SENI RUPA PELAJAR SE BANYUWANGI 2012

      Akhirnya koleksi lukisan siswa- siswi SMA Negeri 1 Srono terpampang di anggunan pameran di lapangan Maron Genteng  mulai yanggal 21 s/d 23 Januari 2012 , hampir 40 lukisan yang terpampang adalah lukisan siswa-siswi yang dianggap layak untuk dipamerkan.  
      Karena ini yang pertama dan persiapannya sangat mendadak kita jadikan pengalaman agar tentunya kita harus lebih bagus untuk kegiatan serupa di tahun mendatang. Paling tidak kita harus bangga karena original karya yang dipamerkan adalah karya guru dan siswa kita sendiri. Apresiasi masyarakat juga cukup bagus. Selamat ya untuk lukisannya yang dipamerkan, semoga lebih baik di tahun mendatang...

Sabtu, 10 Desember 2011

FESTIVAL FILM DOKUMENTER SMAN 1 SRONO 2011-2012

     Setelah melalui proses yang melelahkan akhirnya festival film dokumenter SMAN 1 Srono th. 2011-2012 akhirnya digelar dengan peserta masing-masing kelas XII IPA dan XII IPS, siapa yang menjadi terbaik dalam festival ini akan dinilai oleh dewan juri dan apresiator dari kelas X  dan XI. Dengan diselenggarakannya festival ini diharapkan akan lahir sineas-sineas muda yang punya motivasi untuk belajar sinematografi lebih dalam khususnya siswa siswi SMA Negeri 1 Srono.
      Karya film dokumenter yang sudah masuk di panitia diantaranya  :
1. Asap Dupa   karya Avi Putri Agista dan Putu Surya.
2. Perempuan Malam Karya Hamun Habib Hasbullah.
3. Bedul Yang Cantik Karya Herlina Indrawati.
4. Cinta Laut Biru  Karya Hendiyana Retno Palupi.
5. 5 Hearts 5 Ambition Karya Ajeng Sarah Pangestu.
6. PRIYAYI karya Acox kriting.
     Panitia masih menunggu hingga akhir Januari bagi kelompok yang belum menyelesaikan karyanya, panitia menetapkan penghargaan diantaranya : 1. Aktor terbaik. 2. Aktris Terbaik. 3. Sutradara Terbaik  dan Film Dokumenter terbaik. Materi Sinematografi harus melahirkan karya sinema, peserta didik tidak hanya menelan teori saja, tetapi harus mampu berekspressi menciptakan film dokumenter yang diharapkan bisa membangun masa depan dengan berbekal kemampuan akting, kemampuan bekerja sama sesama crew, kemampuan  menulis naskah sinema, kemampuan editing, kemampuan-kemampuan itu adalah modal untuk membangun masa depan, semoga.....


Sabtu, 08 Oktober 2011

PRODUKSI PERTAMA FILM DOKUMENTER KELAS XII IPS 2

     Film dokumenter berhasil diproduksi pertama kali oleh kelas XII IPS 2 dengan judul "ASAP DUPA" dikomandani mbak Avi dan beli Putu Surya lokasi shoting di rumah beli Putu dan pantai Blimbingsari. Kisah tentang si anak yang sedang dalam proses mencari jati diri...Menarik untuk dijadikan media apresiasi dan diskusi, bagaimana anak muda yang baru tumbuh berkembang berusaha mencari jati diri, jiwanya mengalami katharsis dan akhirnya mampu menemukan jati dirinya...
     Para crew yang masih dalam proses pembelajaran sinematografi mampu melahirkan film dokumenter yang berdurasi 30 menit, yang terpenting adalah semua crew akhirnya mengalami betapa beratnya bekerja sebagai artis film dan crew film. Dan ada kebanggaan tersendiri dengan alat yang sederhana mampu membuat sebuah karya sinema.
     Film dokumenter berikutnya yang akan diproduksi dengan judul "PRIYAYI"  kelompok kelas XII PA 1 dengan sutradara Acox alia Dhen Dian dan Mbak Dema sebagai pemeran utama, kisah ini akan    menggambarkan kehidupan keluarga darah biru yang selalu ingin dihormati tapi tidak mampu bersosialisasi dimasyarakat, akhirnya terjebak dalam keangkuhan...
     Selamat ya semoga kelas yang lain akan mengikuti jejaknya, selamat berkresiasi...berekspressi tanpa mengorbankan budaya lokal...., akulturasi pasti terjadi tapi kita harus mempertahankan budaya lokal dan nilai-nilai yang ada didalamnya....Menciptakan sebuah karya besar kalau mengorbankan budaya lokal tidak ada artinya, justru sebaliknya akan mengubur dalam-dalam budaya lokal secara perlahan dan akhirnya punah. Jangan hanya meniru kreatifitas daerah yang memang sedang mencari bentuk karena mereka tidak punya akar budaya asli contohnya tetangga kita kabupaten jember..., kalau Banyuwangi meniru Jember ini cermin yang memilukan, karena Banyuwangi sudah memiliki karakter budaya lokal "OSING" yang harus dilestarikan...kaya akan kreatifitas seni tari, seni musik, seni tata busana, seni teater tradisional, jangan tenggelamkan budaya lokal kita hanya karena tuntutan post modern, dan akhirnya akan membawa generasi mendatang berada dipersimpangan....Ternyata BEC dalam pelaksanaanya sangat bagus dan masih kental dengan budaya asli, gandrung masih dominan, kuntulan dan jaranan juga tersajikan, soal design costum post modern yang sebenarnya menarik hanya kental Brazilian dominan perlu kajian karena costum Brazilian cocok dipakai orang yang berpostur tinggi...dan kita berharap soal nama event perlu diubah menjadi  " BANYUWANGI OSING CARNIVAL "  lebih membumi dan tidak terkesan dari "J"  diubah "B" , perbedaan pemikiran dalam proses apresiasi seni pasti terjadi karena kita bukan mesin foto copy, kita adalah manusia yang diberi kelebihan untuk berani berpikir...

Jumat, 23 September 2011

DIBALIK TOBONG KOMUNITAS TEATER SMARON

    Komunitas teater SMAN 1 Srono yang dikomandani Mas Riyan mampu membuat penonton terkesima, tertawa, tersenyum...selama pertunjukkan berlangsung. Dengan akting yang kuat semua pemain benar-benar menghayati perannya masing-masing. Pekerja teater yang mendukung juga bekerja sangat optimal, mulai dari penata panggung, penata musik, costum, make up, semuanya kompak melahirkan sebuah karya teater modern dengan judul "TOPENG" .
     Seni sebagai media pendidikan benar-benar diwujudkan karena dalam lakon "TOPENG" sarat dengan pesan moral kepada siapapun baik yang tua maupun yang muda. Sajian yang berdurasi 45 menit berlangsung begitu cepat. Mengapa...? karena sajian ini enak ditonton, sehingga pemain dan penonton benar-benar menikmati tanpa terasa detik menit berlalu begitu cepat. Jika pemain bermain bagus mulai awal pertunjukkan pasti adegan demi adegan akan berjalan dengan baik, tetapi jika di awal pertunjukkan sudah ada kesalahan jangan harap pertunjukkan akan berjalan lancar. Jadi yang perlu diingat oleh pemain teater panggung jangan membuat kesalahan di awal permainan...
     Bagi anggota baru yang tergabung dalam komunitas teater smaron  jika ingin tampil bagus dalam sebuah pementasan yang diperhatikan adalah :
     1. Disiplin dalam berlatih, disiplin waktu, disiplin sikap.
     2. Harus mampu bekerjasama dengan seluruh anggota komunitas.
     3. Memahami istilah-istilah dalam seni akting.
     Itulah bekal awal bagi anggota baru khususnya kelas X yang baru bergabung dalam komunitas teater smaron, semoga anda akan menjadi aktor dan aktris profesional dan mampu berprestasi untuk sekolah dan diri sendiri....
     BELAJAR TEKNIK AKTING
     Untuk menjadi seorang aktor yang profesinal bukan hal yang mudah tetapi membutuhkan keuletan dan kemauan yang keras. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam seni akting, pertama adalah olah vokal, unsur dialog dalam drama bentuk apapun pasti membutuhkan suara yang mampu menguatkan karakter yang diperankannya. Agar kualitas vokal bagus dan tidak kehabisan suara hingga akhir pertunjukkan dibutuhkan latihan teknik pernafasan. Ada tiga posisi tubuh untuk melatih teknik pernafasan, bisa duduk, berbaring dan berdiri. Tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan, lakukan berulang-ulang selama 15 menit dipandu oleh pelatih dan berteriak keras full power keluarkan nafas panjang pada menit ter akhir. Yang kedua, melatih kelenturan tubuh (gesture) berfungsi untuk menguatkan akting sesuai alur cerita. Bentuk latihannya adalah olah fisik, tubuh seorang aktor dituntut sehat, dengan tubuh yang sehat aktor akan percaya diri dalam memerankan peran yang disandangnya hingga akhir pertunjukkan.
      Setelah dua hal di atas sudah dijalani dengan baik berikutnya kita berlatih inner action atau gerak batin, atau dengan istilah yang dikenal dengan penjiwaan (ekspressi) , setiap peran yang dibagikan sesuai naskah pasti dibutuhkan penjiwaan sesuai karakter dalam tuntutan naskah. Latihan ini bisa dilakukan dengan cara mengamati perilaku, sikap, kebiasan tokoh yang kita perankan dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntutan naskah. Memasuki peran sesuai dengan tuntutan naskah perlu kejelian, karakter tokoh yang kita perankan harus benar-benar menyatu dengan diri kita, roh tokoh yang kita perankan selama pementasan berlangsung menggantikan roh yang ada dalam diri kita. Tidak mudah memang tetapi kalau kita benar-benar ingin bermain total tahapan ini harus kita lalui.
      Teater panggung adalah sejarah, hanya sekali terjadi, berbuat salah di atas pentas menyimpang dari alur cerita selesai sudah, permainan akan kacau, dan jika tidak mampu mengendalikan permainan dunia seakan runtuh, penonton kacau, penonton berteriak mencemooh, dan layarpun ingin segera diturunkan, pementasan gagal, ini tidak boleh terjadi...